Generasi Muda Indonesia harus mulai berpikir terbuka
Banyak orang sering
berkata "berpikirlah terbuka!" atau "bukalah pikiran
anda!". Kata-kata serupa juga seringkali dialamatkan kepada saya. Apakah
yang dimaksud dengan berpikir terbuka atau membuka pikiran?
Berpikir terbuka adalah aktivitas otak yang terbuka terhadap
segala ide, pandangan, data, teori, dan kesimpulan. Lebih dari itu, berpikir
terbuka berarti membuka pikiran terhadap kemungkinan bahwa suatu ide,
pandangan, data, teori, dan kesimpulan bisa benar atau salah. Jika seseorang
tidak dapat menerima kemungkinan bahwa suatu
ide/pandangan/data/teori/kesimpulan salah, maka orang itu dapat dikatakan
sebagai orang yang berpikir tertutup.
Dampak seseorang yang menganggap atau
mengklaim dirinya sebagai orang yang berpikir terbuka, maka ia harus
meneliti/menganalisis/mengkaji semua ide/pandangan/data/teori/kesimpulan secara
kritis dengan menggunakan akal sehat dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya
sebelum menerima dan mempercayai suatu hal sebagai sesuatu yang benar. Artinya,
seorang yang berpikir terbuka tidak akan menerima dan mempercayai suatu
ide/pandangan/data/teori/kesimpulan jika tidak didukung oleh berbagai bukti dan
argumen yang didukung oleh akal sehat. dan ilmu pengetahuan Jadi, seorang yang
berpikir terbuka tidak akan serta-merta menerima dan mempercayai suatu
ide/pandangan/data/teori/kesimpulan meskipun hal tersebut dikatakan oleh
otoritas tertentu (orangtua/keluaga, orang yang lebih tua, guru, pemuka
agama/masyarakat, buku/bacaan) tanpa mengujinya terlebih dahulu dengan
menggunakan akal sehat dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa mengujinya terlebih dahulu, maka ia bisa disebut sebagai orang yang tidak kritis. Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa didukung oleh data, bukti, dan argumen yang kuat, maka orang itu dapat disebut sebagai orang yang mudah percaya. Kedua tipe orang seperti itulah yang cenderung mudah ditipu, dimanipulasi, dan disesatkan. Dan jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu padahal data, bukti, dan kenyataan bertolak belakang dengan apa yang dipercayainya, maka orang tersebut mengalami delusinasi.
Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa mengujinya terlebih dahulu, maka ia bisa disebut sebagai orang yang tidak kritis. Jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu tanpa didukung oleh data, bukti, dan argumen yang kuat, maka orang itu dapat disebut sebagai orang yang mudah percaya. Kedua tipe orang seperti itulah yang cenderung mudah ditipu, dimanipulasi, dan disesatkan. Dan jika seseorang menerima dan mempercayai sesuatu padahal data, bukti, dan kenyataan bertolak belakang dengan apa yang dipercayainya, maka orang tersebut mengalami delusinasi.
Untuk mencapai Pikiran Terbuka ,kita harus memmperlakukan keingginan itu sebagai strarter dari otak kita.
bagaikan starter dari suatu mesin ,bila mesin hidup dan bekerja sedangkan kita
masih hidup saja menghidupkan starter mesinnya , maka yang sedang bekerja itu
akan distorsi ,lemah , bahkan lama-kelamaan akan lumpuh.terdapat bangak cara
untuk berpikir terbuka bebas, empat cara di antarannya adalah melalui latihan
hariaan ,yaitu keheningan ,meditasi,tidak mengadakan pertimbangan (non
judgement ),dan meluangkan waktu dan alam:
Cara pertama untuk berpikir terbuka bebas adalah dengan melatih “keheningan “. melatih kehiningan berarti membuat satu janji mmenyisihkan waktu untuk berdiam.mengalami keheningan berarti secara berkala menarik diri keaktifan berbicara.
Cara kedua untuk berpikir terbuka bebas adalah “melatih meditasi” melatih meditasi berarti membuat satu janji menyisihkan waktu untuk meditasi .secara ideal,anda harus meditasi paling sedikit setengah jam pada hari pagi dan setengah jam pada malam hari.Melalui meditasi Anda menjernihkan pikiran secara bertahap dari segala bentuk emosi, egoisme , dan pertimbangan yang meyelimuti piikiran anda .Bila anda tidak mengalami keheningan dalam dalam kesadaran Anda ,pikiran Anda bagaikan ombak laut yang kacau.
Cara ketiga untuk berpikir terbuka bebas adalah “melatih untuk tidak mengadakan pertimbangan “ pertimbangan adalah evaluasi berkelanjutan dari hal-hal ,seperti benar atau salah ,baik atau buruk. Bila anda secara konstan mengevaluasi ,mengklasifikasi,menamakan dan mengalisis ,berarti Anda menciptakan bangak kekacauan pada dialog dengan alam pribadi Anda.
Cara keempat untuk berpikir secara terbuka adalah dengan “ meluangkan waktu dalam alam” Dengan meluangkan waktu dengan alam membuat Anda mampu untuk merasakan interaksi harmonis dari semua elemen –elemen dan kekuatan –kekuatan kehidupan dan memberi Anda rasa kesatuan dengan semua kehidupan. Seorang yang berpikir terbuka bebas , hampir mencapai taraf pikiran terbuka bebas ,akan terlihat bersikap lembut dan pada mudah dirinya, sinar matanya penuh dengan pancaran cinta kasih berhati tulus, dan bebas unntuk mengadaptasikan diri dengan lingkungan baru.
Kesimpulannya pada anak mudah zaman modern ini, jangan berpengaruh budak dari kebiasaan tingka laku kedaerahan. Dan saya mengajak bahwa anak muda harus berpikir secara terbuka dan harus berpikir terbuka secara bebas,dan anak muda berpikir terbuka bebas pada setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar